11 Rekomendasi Emulator Android Ringan dan Terbaik

Mobile game saat ini menjadi salah satu jenis game yang sangat digandrungi oleh sebagian besar kalangan gamers. Tercatat saat ini terdapat banyak sekali game populer yang dapat dimainkan melalui handphone. Sebut saja diantaranya Mobile Legend, PUBG Mobile dan Free Fire.

Bagi beberapa orang, bermain game-game tersebut (PUBG, Free Fire, dll) membutuhkan layar yang lebar, tidak cukup hanya dengan layar handphone saja. Alasannya, karena detail yang kurang jelas, pergerakan lawan main yang tidak terlihat, atau karena grafik handphone yang dimiliki belum mendukung fitur High Definition. 

Nah, untuk mengatasi hal tersebut ada Emulator Android yang bisa digunakan untuk bermain game-game mobile melalui platform PC. Dengan demikian, kalian dapat bermain berbagai game mobile tanpa khawatir dengan berbagai masalah yang ada.

Lantas, apa saja sih Emulator Android ringan yang bisa kalian gunakan secara gratis? Berikut daftar lengkapnya:

1. Droid4X

Pertama ada Droid4X. Dikenal sebagai salah satu Emulator Android yang sangat ringan, Droid4X cukup populer di kalangan gamer dan juga konten kreator.

Pasalnya, emulator ini juga mendukung fitur perekaman layar yang dikhususkan untuk merekam layar emulator yang ditampilan. Dengan demikian, para konten kreator tersebut tak perlu repot-repot untuk membuat konten game yang sedang dimainkan.

Dari fitur perekaman layar tersebut, kalian dapat mengatur kualitas dari output rekaman yang dilakukan. Namun sayangnya, hasil rekaman layar dari Droid4X ini memiliki watermark.

Meskipun demikian, kalian tak perlu khawatir. Masih ada berbagai keunggulan lain dari Droid4X ini. 

Kelebihan lainnya adalah selain ringan, Droid4X dilengkapi dengan sistem operasi Android 4.2.2. Sehingga dapat digunakan untuk menjalankan berbagai game maupun aplikasi terbaru.

Bagusnya lagi, pada saat kalian menggunakan Droid4X untuk bermain game, kalian dapat mengatur gamepad (keyboard) sesuai dengan keinginan kalian.

2. LeapDroid

Selanjutnya ada LeapDroid yang juga tak kalah ringan dibandingkan Droid4X. Sama-sama dapat dijalankan di Windows, tentunya ada perbedaan antara LeapDroid dengan Droid4X.

Salah satu kelebihan dan juga menjadi perbedaan antara LeapDroid dengan Droid4X adalah kalian dapat dengan mudah melakukan kustomisasi pada kontroler.

Namun, untuk kustomisasi yang lain perlu diakui bahwa LeapDroid “belum” secanggih emulator lain. Salah satu contohnya adalah, pada emulator ini kalian tak dapat mengatur resolusi layar yang digunakan.

Meskipun demikian, kecepatan akses dari LeapDroid bisa dibilang lebih unggul daripada Droid4X. Tidak berhenti disitu, emulator satu ini juga dapat digunakan untuk memainkan berbagai game atau aplikasi yang baru dirilis.

Yah, meskipun beberapa fitur harus “dikorbankan”, setidaknya LeapDroid memiliki kelebihan untuk menjalankan berbagai game Android dengan baik, cepat, sekalipun itu memiliki kualitas grafis yang tinggi.

3. MEmu Play

Dibuat “khusus” untuk memainkan game Android, MEmu juga salah satu emulator Android yang cukup populer. 

Bagaimana tidak? Dengan menggunakan MEmu, kalian tak akan menemukan kesulitan dalam hal instalasi game Android. Pun juga, tak perlu ribet untuk mengkonfigurasi controller maupun pengaturan lain. 

Biasanya, di emulator lain kalian akan dibuat bingung dengan berbagai pengaturan kontrol, atau dalam hal instalasi game. Namun, tidak dengan MEmu, disini kalian hanya dengan klik APK/Game yang diinginkan, instal, dan mainkan. Menarik bukan

Selain itu, tersedia banyak katalog game Android yang tersedia disini, dan kalian pun bisa memilih mana yang ingin dimainkan. Tidak berhenti disitu, tentunya game-game yang disediakan disini dapat kalian akses secara gratis.

Dari segi tampilan (UI), MEmu memiliki tampilan yang sederhana, simpel, namun jangan ragukan performanya dalam menjalankan berbagai game Android. Bagusnya lagi, kalian tidak perlu menggunakan komputer berspesifikasi tinggi untuk menggunakan MEmu.

Selain itu, Microvirt Co selaku pengembang dari MEmu cukup rajin melakukan pengembangan terhadap emulator ini. Hal tersebut dibuktikan dengan beberapa perbaikan dan pengembangan yang dilakukan selama tahun 2020.

Tak baen-baen, Microvirt Co telah melakukan empat kali pengembangan selama tahun 2020. Dan kini, versi terbaru dari MEmu adalah 7.3.2.

Dengan versi terbaru tersebut, MEmu pantas disandingkan emulator lain seperti BlueStack dan juga Nox Player. Terlebih lagi, untuk menggunakan MEmu kalian hanya perlu menyiapkan ruang memori sebesar 2 GB, dengan demikian akan lebih menghemat resource yang kalian miliki.

4. Nox Player

Siapa yang tak kenal dengan emulator Android satu ini? Ya, Nox Player bisa dibilang sangat populer dan familiar di kalangan pecinta game mobile. Bagaimana tidak? Dilansir dari data Uptodown, Nox Player telah diunduh sebanyak lebih dari 21 Juta kali.

Tentunya hal tersebut tidak terlepas dari kualitas yang ditawarkan. Layaknya Android sungguhan, di Nox tersedia fitur konfigurasi yang lengkap. Salah satu fitur unggulan yang ada di Nox Player adalah multi simulator.

Dengan adanya fitur tersebut, memungkinkan kalian sebagai pengguna dapat menjalankan aplikasi maupun game yang berbeda secara bersamaan dengan simulator yang berbeda.

Tidak berhenti disitu, emulator besutan Big Nox ini juga sudah mendukung perangkat eksternal, seperti JoyStick maupun perangkat konsol lainnya.

Dengan demikian, kalian bisa bermain game lebih mudah dengan pengalaman yang lebih menyenangkan.

Bagusnya lagi, Nox Player tidak hanya tersedia untuk Windows saja, pun juga pada sistem operasi Mac.

5. YouWave

Tersedia dalam dua versi yaitu gratis dan berbayar, YouWave juga salah satu emulator Android yang cukup populer. Pasalnya, emulator ini memiliki performa yang cukup bagus dan mumpuni untuk digunakan bermain berbagai game mobile.

Bagi kalian yang memiliki PC/Laptop berspesifikasi rendah tak perlu khawatir, dengan menggunakan YouWave yang notabene sangat ringan, kalian dapat mewujudkan pengalaman bermain game mobile yang menyenangkan.

Bahkan, jika kita melihat System Requirement yang dibutuhkan, kita dapat “memasang” YouWave hanya dengan CPU Intel Pentium saja. So, tak perlu risau dengan kualitas laptop/PC yang digunakan, sekalipun berspesifikasi pas-pasan.

Dengan berbagai “keringanan” yang ditawarkan YouWave, tentunya ada konsekuensi lain. Ya, seperti versi Android pada emulator ini hanya menyediakan versi 4.0.4 (untuk versi gratis), sehingga kalian hanya dapat memainkan beberapa game tertentu yang dapat berjalan pada Android versi ini.

Berbeda dengan yang versi berbayar, YouWave menyediakan Android versi 5.1.1. Dengan begitu, kalian dapat memainkan berbagai game terbaru di Android.

6. KoPlayer

Sama seperti emulator Android lainnya, KoPlayer juga sudah terhubung otomatis dengan Google Play. Namun, kalian juga dapat menambahkan berbagai aplikasi dan game lain secara manual dengan menginstal APK aplikasi maupun game yang diinginkan.

Uniknya dari KoPlayer adalah, kalian dapat mengatur ukuran resolusi layar Android yang ingin ditampilkan. Dengan begitu, kalian bisa menyesuaikan performa yang cocok dengan spesifikasi laptop/PC yang digunakan.

Kelebihan lain dari KoPlayer, selain ringan, emulator ini juga memiliki fitur untuk mengatur kontrol maupun gamepad. Sehingga, kalian dapat menyesuaikannya untuk bermain game favorit kalian.

Sama halnya dengan Droid4X, KoPlayer juga memiliki fitur untuk merekam aktivitas layar pada emulator. Dengan demikian, kalian yang ingin membuat konten game bisa menggunakan KoPlayer sebagai wahana untuk bermain berbagai game Android.

Tidak perlu ragu dengan kualitas video dan audio yang dihasilkan oleh KoPlayer, pasalnya emulator ini memiliki kualitas output video dan audio yang mumpuni dan berkualitas tinggi.

7. Bluestacks

BlueStacks bisa dibilang sebagai salah satu kompetitor yang berat untuk Nox Player. Bagaimana tidak? BlueStacks juga memiliki penggemar yang cukup loyal, hal tersebut dibuktikan dengan lebih dari 400 Juta orang yang telah mengunduhnya.

Toh pada faktanya, BlueStacks juga memiliki berbagai fitur yang mumpuni. Layaknya Android sungguhan, disini kalian dapat bermain game dan menggunakan aplikasi baik yang gratisan maupun yang berbayar.

Keunikan dari BlueStacks adalah, kita dapat menghubungkan perangkat Android kita dengan emulator ini. Dengan melakukan sinkronisasi tersebut, kita dapat mengakses semua data aplikasi dan dokumen dari BlueStacks.

Apabila kalian tak menghendaki sinkronisasi ini pun juga tak masalah, kalian tetap dapat bermain game dan menggunakan aplikasi via emulator Android ini.

Namun, untuk menggunakan BlueStack kalian perlu menyiapkan resource yang cukup besar. Karena, emulator ini membutuhkan ruang memori setidaknya 5 GB. 

Jika kalian memiliki PC/Laptop yang berspesifikasi rendah, apabila memaksakan menggunakan BlueStack, tentu pengalaman yang didapatkan akan “berbeda”.

8. Game Loop

Bagi kalian yang gemar bermain PUBG, tentunya tidak asing lagi dengan Game Loop. Ya, emulator besutan Tencent Games ini dulunya dikenal dengan nama Tencent Gaming Buddy (TGB). 

Pada awal perilisannya, emulator ini hanya dapat digunakan untuk bermain PUBG saja. Karena kita tahu, bahwa PUBG merupakan game yang dimiliki Tencent, sehingga Tencent menciptakan emulator khusus untuk bermain PUBG.

Namun kini, setelah berganti nama menjadi Game Loop, emulator Android ini dapat digunakan untuk bermain berbagai game Android.

Mulai dari game MMORPG seperti Black Desert Mobile, AFK Arena, dan masih banyak lagi. Bahkan, Free Fire yang menjadi kompetitor utama PUBG juga dapat kalian mainkan disini.

Dari segi fitur, Game Loop tersedia dalam dua bahasa, yaitu bahasa Mandarin dan bahasa Inggris. Bisa dibilang, bahwa Game Loop memiliki kompatibilitas dan performa yang cukup bagus. Karena kita tahu, Tencent merupakan developer game yang memiliki concern terhadap game mobile.

9. LD Player

Sama seperti Nox dan juga BlueStack, LD Player juga memiliki keunggulan yang patut untuk kalian coba. Dengan fitur multi simulator yang dimiliki, memungkinkan kalian dapat memainkan berbagai game secara bersamaan.

Bahkan, LD Player telah menyediakan OS Android versi 7.1 dengan kompatibilitas tinggi dan high frame rate yang akan menambah pengalaman bermain game jadi lebih seru.

Meskipun memiliki spesifikasi yang tinggi, kalian tak perlu khawatir dengan tingkat stabilitasnya. Pada faktanya, LD Player merupakan emulator yang ringan, cepat dan memiliki tingkat stabilitas yang mumpuni.

Hal tersebut dibuktikan dengan berbagai benchmark yang dilakukan dengan menggunakan emulator ini. Seperti Free Fire, PUBG, AOV, dan lain sebagainya. Dan dari semua game tersebut memiliki hasil benchmark yang memuaskan.

10. Mumu App Player

Pada awal perilisannya, Mumu App Player belum mendukung fitur bahasa Inggris. Namun, setelah update pengembangan terakhir, kini sudah tersedia dalam bahasa Inggris dan dapat digunakan lebih mudah daripada versi sebelumnya.

Dikembangkan oleh Net Ease Game, agaknya menjadikan emulator ini sangat pantas untuk dicoba. Mengapa tidak? Pasalnya, emulator Android ini memiliki beragam fitur menarik untuk dapat memainkan berbagai game populer di Android. Mulai dari Mobile Legend, One Punch Man, PUBG, Free Fire, dan masih banyak lagi.

Salah satu fitur unggulan yang ditawarkan oleh Mumu adalah pengalaman bermain game yang lebih smooth dan pengaturan kontrol seperti keyboard dan mouse yang lebih mudah.

Mungkin di Indonesia, Mumu App Player belum begitu banyak diperbincangkan. Akan tetapi, apa salahnya mencoba Mumu App Player ini?

Apabila kalian memiliki referensi atau informasi seputar emulator Android yang lain, jangan ragu untuk berbagai melalui kolom komentar di bawah ini.

Tinggalkan Komentar